<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8379220819610986719</id><updated>2011-07-08T10:48:58.350+08:00</updated><title type='text'>ASC Voice</title><subtitle type='html'>Voice of March 2010 : "Hati-Hatilah Ketika Harta Sudah Berlimpah, Bisa Jadi Godaan Tahta Dan Wanita Akan Segera Menyusul Atau Sebaliknya Mana Yang Lebih Dahulu Tercapai."</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://achmadsuburcahyono.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8379220819610986719/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://achmadsuburcahyono.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Achmad Subur Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00788870970422640018</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yyGlP2Jv7Ss/SqXidPgbphI/AAAAAAAAAMs/RgARdjtXNfs/S220/ASC+9.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8379220819610986719.post-998786881229084098</id><published>2009-08-03T23:38:00.007+08:00</published><updated>2009-09-05T23:26:07.857+08:00</updated><title type='text'>Rekayasa Ide</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_yyGlP2Jv7Ss/SqKDAQqBhfI/AAAAAAAAAL8/tAy_vIZ1_ko/s1600-h/0pung+einstein.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 128px; height: 127px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_yyGlP2Jv7Ss/SqKDAQqBhfI/AAAAAAAAAL8/tAy_vIZ1_ko/s200/0pung+einstein.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378004945528260082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah setelah beberapa bulan absen untuk up date materi di blog pribadi ini, ternyata Allah swt. masih berkenan memberikan saya waktu atau kesempatan untuk up date materi kembali. Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba untuk membahas materi dengan judul : "Rekayasa Ide".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia kedokteran atau biologi kita mengenal istilah rekayasa genetik di mana merupakan aktivitas yang dilakukan oleh para ilmuwan yang ahli di bidang tersebut untuk menciptakan atau menghasilkan sebuah gen yang telah ada yang kemudian direkayasa sesuai dengan yang diinginkan dengan menggunakan pendekatan metode ilmiah yang secara aktif. Artinya ada peranan para ilmuwan terhadap perubahan struktur dan komposisi gen sesuai dengan kode yang diinginkan yang biasanya untuk kepentingan positif walaupun tidak menutup kemungkinan untuk hal negatif seperti halnya program klonning manusia yang masih kontroversial dan pembuatan senjata pemusnah biologis berupa virus yang mematikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau boleh saya menganalogikan judul materi blog saya kali ini yaitu : "Rekayasa Ide" ke dalam dunia manajemen maka judul tersebut berarti merupakan aktivitas yang dilakukan oleh para Thinker atau Top Management yang terbiasa mengambil kebijakan strategis dalam perusahaannya untuk menciptakan atau menghasilkan sebuah ide yang diinginkan dengan mengolah ide/kepentingan/keinginan yang ada yang kemudian diramu atau diracik kembali sehingga menghasilkan kebijakan yang lebih populis dan efektif baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Tentunya ide tersebut haruslah merupakan ide yang cemerlang yang tidak asal beda dengan orang lain atau juga tidak melulu harus sama (plagiat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, terkait dengan hal tersebut di atas, saya mencoba mengusulkan sebuah "Rekayasa Ide" yang bisa dimainkan oleh kita semua, ya minimal sebagai seorang individu yang menjadi pemimpin untuk dirinya sendiri. Ada 3 aspek yang perlu diperhatikan dalam sebuah "Rekayasa Ide" yaitu :&lt;br /&gt;1. Kemampuan membaca sebuah ide/keinginan dari orang lain yang bisa jadi muncul secara tersirat. Kalau menurut Anis Matta dalam sebuah artikelnya dikenal dengan istilah membaca pikiran di balik pikiran. Kalau dalam dunia politik dikenal dengan istilah mengartikulasikan kepentingan masyarakat/organisasi.&lt;br /&gt;2. Kemampuan mengolah sebuah ide/keinginan dari orang lain dengan mengoptimalkan seluruh potensi manajemennya sebagai seorang leader yang tentunya ide tersebut menjadi lebih cemerlang dan bisa diterima secara massif. Disinilah konsep agregasi kepentingan dalam dunia politik dimainkan, karena bagaimanapun juga ruang lingkup organisasi kerja dalam sebuah perusahaan tidak jauh berbeda dalam ruang lingkup dunia politik. Sehingga wajar kalau kita mengenal ada istilah "Politik Kantor" dalam sebuah ruang lingkup kerja/perusahaan.&lt;br /&gt;3. Kemampuan mengkomunikasikan sebuah ide yang telah direkayasa tersebut oleh para leader sehingga tidak mengalami mandul distribusi ide yang sebenarnya ide tersebut sangat bermanfaat untuk perusahaan, karyawan serta pelanggannya yang pada akhirnya dapat dipahami dan diimplementasikan oleh seluruh team dengan adanya komunikasi tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8379220819610986719-998786881229084098?l=achmadsuburcahyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://achmadsuburcahyono.blogspot.com/feeds/998786881229084098/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://achmadsuburcahyono.blogspot.com/2009/08/rekayasa-ide.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8379220819610986719/posts/default/998786881229084098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8379220819610986719/posts/default/998786881229084098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://achmadsuburcahyono.blogspot.com/2009/08/rekayasa-ide.html' title='Rekayasa Ide'/><author><name>Achmad Subur Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00788870970422640018</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yyGlP2Jv7Ss/SqXidPgbphI/AAAAAAAAAMs/RgARdjtXNfs/S220/ASC+9.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_yyGlP2Jv7Ss/SqKDAQqBhfI/AAAAAAAAAL8/tAy_vIZ1_ko/s72-c/0pung+einstein.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8379220819610986719.post-3713730966254130878</id><published>2009-05-28T09:59:00.007+08:00</published><updated>2009-05-29T10:02:44.073+08:00</updated><title type='text'>WMD (Weapons of Hopeless Destruction)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_yyGlP2Jv7Ss/Sh355vK7e4I/AAAAAAAAALc/M5xPFRrX8ps/s1600-h/GUN.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_yyGlP2Jv7Ss/Sh355vK7e4I/AAAAAAAAALc/M5xPFRrX8ps/s200/GUN.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340699503441443714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia militer saat ini, kita mengenal istilah WMD (Weapons of Mass Destruction) yang berarti senjata pemusnah masal di mana kekuatan penghancurnya memiliki efek yang luas, baik dari segi radiusnya maupun dalam jumlah korbannya. Kalau melihat judul di atas maka pada kesempatan kali ini saya akan membahas materi terkait dengan senjata pemusnah keputusasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering saya melihat di berita yang di tayangkan oleh beberapa stasiun TV Nasional yang ternyata menayangkan kasus orang di Indonesia yang memiliki harapan setinggi tower / menara BTS. Kalau harapan yang positif mungkin tidak jadi masalah, tapi harapan tersebut adalah harapan untuk melakukan bunuh diri dengan meloncat dari atas tower / menara BTS. Apakah mental atlet panjat tower / menara BTS ini perlu dikembangkan atau harus dimusnahkan ? Oleh karena itu, saya mencoba di blog ini untuk menjadi suplayer senjata dengan jenis senjata  WHD (Weapons of Hopeless Destruction).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa jenis senjata WHD yang saya paparkan dalam blog ini yaitu :&lt;br /&gt;1. Tipe 1M4N&lt;br /&gt;   Merupakan tipe paling canggih yang saya tawarkan, yaitu senjata dengan teknik penggabungan antara reaksi kimia hati (jiwa) dengan kekuatan spiritualitas. Karena ada beberapa tipe hati (jiwa) pada diri seseorang yaitu : hati (jiwa) yang hidup, hati (jiwa) yang sakit dan hati (jiwa) yang mati. Nah, pada posisi manapun hati (jiwa) kita pada saat ini maka 1M4N menjadi senjata yang ampuh untuk memusnahkan keputusasaan seseorang dalam menjalani kehidupan ketika mengalami permasalahan, baik masalah keluarga, ekonomi, karir, sosial, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tipe B15A&lt;br /&gt;   Merupakan tipe senjata senjata yang mengubah paradigma atau sudut pandang seseorang dalam mengambil sebuah solusi permasalahan. Ketika paradigma yang muncul adalah selalu TIDAK B15A, maka sudah pasti akan memunculkan tindakan yang selalu tidak bisa menyelesaikan masalah yang pada akhirnya lari dari masalah yang justru bisa jadi memunculkan masalah baru yang lebih besar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tipe K4W4N&lt;br /&gt;   Ada pepatah yang mengatakan bahwa karakter dan kualitas seseorang bisa dinilai dengan melihat siapa kawan dekatnya. Apabila dia berkawan dengan orang yang senantiasa positif tentu akan berpengaruh terhadap dirinya dan begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, tipe senjata K4W4N lebih menekankan kepada pentingnya bergaul dengan orang-orang yang bermental dan berpikir serta berbuat hal yang positif, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk lingkungannya yang lebih luas lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8379220819610986719-3713730966254130878?l=achmadsuburcahyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://achmadsuburcahyono.blogspot.com/feeds/3713730966254130878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://achmadsuburcahyono.blogspot.com/2009/05/weapons-of-hopeless-destruction.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8379220819610986719/posts/default/3713730966254130878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8379220819610986719/posts/default/3713730966254130878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://achmadsuburcahyono.blogspot.com/2009/05/weapons-of-hopeless-destruction.html' title='WMD (Weapons of Hopeless Destruction)'/><author><name>Achmad Subur Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00788870970422640018</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yyGlP2Jv7Ss/SqXidPgbphI/AAAAAAAAAMs/RgARdjtXNfs/S220/ASC+9.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_yyGlP2Jv7Ss/Sh355vK7e4I/AAAAAAAAALc/M5xPFRrX8ps/s72-c/GUN.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8379220819610986719.post-6007551944860543380</id><published>2009-05-21T09:25:00.006+08:00</published><updated>2009-05-27T13:13:02.144+08:00</updated><title type='text'>Manajemen Cinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_yyGlP2Jv7Ss/ShTAs775ZjI/AAAAAAAAALU/E9cuMtoO4lo/s1600-h/LOVE+1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_yyGlP2Jv7Ss/ShTAs775ZjI/AAAAAAAAALU/E9cuMtoO4lo/s200/LOVE+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5338103336576575026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari saat saya chatting di Facebook, ada permintaan dari seorang teman Facebook yang meminta saya membuat materi di blog pribadi dengan tema : Manajemen Cinta. Terlepas dari permintaan beliau, saya pikir tema yang diminta membuat saya tertarik untuk membahasnya di mana tentunya masalah cinta merupakan hal yang sudah sering kita dengar dan banyak lika-likunya. Namun konsep manajemen cinta seperti apa sih sebenarnya yang akan dibahas ? Oke, semoga materi blog yang bertemakan manajemen cinta ini menjadi bermanfaat buat kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia manajemen kita mengenal istilah POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) bagi seorang eksekutif atau leader dalam memainkan aktivitas manajemennya. Dengan landasan konsep tersebut, saya akan mencoba untuk membahas aktivitas manajemen dengan objek cinta. Namun demikian, sebelum kita membahas lebih dalam, saya mencoba akan membahas terlebih dahulu apa itu cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang pujangga, cinta berarti bisa bermakna hasrat penghambaan/bakti seseorang yang memunculkan konsekuensi logis perjuangan dan pengorbanan yang didasarkan pada perpaduan unsur logika, perasaan/emosional serta mata hati/jiwa. Namun bagi seorang ABG yang dilanda asmara, cinta bisa bermakna adanya getaran hati yang dalam ketika berjumpa dengan si belahan jiwa. Oke, apapun makna yang ada, cinta di sini menjadi sebuah objek yang perlu dikelola dan di-manajemen-kan sesuai dengan konsep manajemen POAC di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara pribadi, saya memiliki sebuah paradigma bahwa manajemen cinta yang dibahas perlu dijelaskan secara bertahap yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Cinta perlu di-Planning (Direncanakan) : Pada tahap ini, kita perlu menentukan skala prioritas cinta agar cinta yang kita lakukan berjalan pada relnya dan tidak over lapping. Ada tahapan cinta (skala prioritas) yang perlu kita lakukan yaitu : (1) Cinta kepada Allah swt. (2) Cinta kepada Rasulullah, (3) Cinta kepada sesama manusia yang lain (4) Cinta terhadap harta benda/alam. Untuk cinta yang ke (3) yaitu cinta kepada sesama manusia pun juga dibagi beberapa tahap, namun pada kali ini saya menjadikan satu secara global dulu. Dengan adanya perencanaan yang jelas tersebut maka secara otomatis pilihan cinta yang kita lakukan akan berlandaskan pada rule of game yang jelas. Jangan sampai skala cinta no. (4) mengalahkan cinta no. (3), di mana pada jaman sekarang demi harta, jabatan/tahta membuat seseorang bermain hantam kromo, licik, menjatuhkan, memfitnah, saling sikut dan sebagainya kepada manusia yang lain. Kalau itu yang terjadi berarti telah terjadi perubahan siklus cinta yang melanggar fitrah manusia dan alam dan tentunya akan berakibat pada perubahan tatanan kehidupan yang normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Cinta perlu di-Organizing (Diorganisasikan) : Pada tahap ini, kita perlu mengorganisir seluruh potensi cinta yang kita miliki untuk mendapatkan hasil cinta yang optimal dan sejati. Potensi cinta di sini adalah tingkat pemahaman kehidupan, keikhlasan, pengorbanan, perjuangan, keteguhan, kepercayaan, kesetiaan, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Cinta perlu di-Actuating (Digerakkan) : Pada tahap ini, setelah mengumpulkan dan menyatukan seluruh potensi cinta yang ada, maka cinta perlu digerakkan atau dimainkan. Karena yang namanya cinta tidak hanya dibuktikan dalam hati dan lisan saja tapi juga dibuktikan dengan perbuatan nyata. Bukankah tidak mungkin seseorang akan melakukan keburukan dan kebaikan atau sebaliknya dalam waktu yang bersamaan ? Disitulah kita perlu memiliki orientasi gerak cinta yang jelas yang pada akhirnya akan memunculkan aura cinta yang sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Cinta perlu di-Controlling (Dikontrol/Dievaluasi). Pada tahap ini, sebenarnya kalau dalam buku "The Sevent Habits of Higly Effective People" karya Steven R. Covey dikenal dengan istilah "Mengasah Gergaji" yang berarti mempertajam kualitas cinta kita dengan sentuhan renungan atau kontemplasi atau muhasabah yang memberikan efek positif terhadap perjalanan cinta kita apakah sesuai dengan perencanaan (skala prioritas) yang sudah dibuat di atas dan berjalan secara optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah paparan konsep manajemen cinta yang bisa saya tuliskan di blog ini. Bagi Mba Yeni Setiawati yang telah meminta saya menulis tema ini semoga berkenan dan sekali lagi semoga pula bermanfaat bagi kita semua. Amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8379220819610986719-6007551944860543380?l=achmadsuburcahyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://achmadsuburcahyono.blogspot.com/feeds/6007551944860543380/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://achmadsuburcahyono.blogspot.com/2009/05/manajemen-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8379220819610986719/posts/default/6007551944860543380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8379220819610986719/posts/default/6007551944860543380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://achmadsuburcahyono.blogspot.com/2009/05/manajemen-cinta.html' title='Manajemen Cinta'/><author><name>Achmad Subur Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00788870970422640018</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yyGlP2Jv7Ss/SqXidPgbphI/AAAAAAAAAMs/RgARdjtXNfs/S220/ASC+9.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_yyGlP2Jv7Ss/ShTAs775ZjI/AAAAAAAAALU/E9cuMtoO4lo/s72-c/LOVE+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8379220819610986719.post-4398725306977712464</id><published>2009-04-22T20:10:00.007+08:00</published><updated>2009-12-27T02:13:25.584+08:00</updated><title type='text'>Orgasme Manajemen</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_yyGlP2Jv7Ss/SfA2lZFJ5cI/AAAAAAAAAJc/Ji2mTllpOvc/s1600-h/TWO+BROTHERS.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_yyGlP2Jv7Ss/SfA2lZFJ5cI/AAAAAAAAAJc/Ji2mTllpOvc/s200/TWO+BROTHERS.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327818375194863042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia seks, kita mengenal istilah orgasme seks yang merupakan suatu kondisi di mana terjadi kenikmatan puncak seseorang dalam melakukan aktivitas hubungan seks dengan pasangannya yang kemudian setelah mengalami proses orgasme seks tersebut terjadi relaksasi di seluruh tubuh. Kalau saya boleh menganalogikan konsep orgasme seks tersebut ke dalam dunia manajemen, maka judul di atas yaitu orgasme manajemen merupakan kondisi di mana terjadi proses kesuksesan puncak seorang eksekutif atau leader dalam melakukan aktivitas manajemennya terhadap bawahannya sehingga seluruh tugas dan tanggung jawabnya  dapat terselesaikan dengan baik. Namun demikian, yang menjadi pertanyaan adalah berapa lama waktu yang dibutuhkan lagi bagi seorang eksekutif atau leader untuk dapat bangkit lagi agar mendapatkan orgasme manajemen selanjutnya. Artinya seberapa sering dan hebatnya sang eksekutif atau leader tersebut mendapatkan dan menghasilkan prestasi kerjanya kembali berkat kerjasama mutualisme dengan mitra kerjanya. Karena kita pahami bersama bahwa kesuksesan masa lalu jangan sampai membuat kita lupa atau terlena untuk tidak berprestasi kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut di atas tentu akan sulit dilakukan apabila sang eksekutif atau leader mengalami disfungsi manajemen yang pada akhirnya melahirkan sebuah sistem manajemen nina bobo sehingga segala aktivitas pekerjaan yang ada mengalami kemandekan kreativitas dan inovasi, terkendala peralatan dan perlengkapan bahkan terkendala kualitas dan kuantitas SDM yang menjadi variabel utama dalam dunia organisasi atau dunia kerja. Kalau hal ini yang terjadi bersiap-siaplah para karyawan atau anak buah mencari pelampiasan atau kepuasan manajemen di tempat yang lain padahal karyawan atau anak buah tersebut memiliki gairah kerja dan libido manajerial yang tinggi. Oleh karena itu, di sinilah pentingnya para eksekutif atau leader melakukan proses introspeksi diri dan mengevaluasi apakah aktivitas manajemen yang dilakukannya saat ini telah mencapai orgasme manajemen tingkat mutualisme. Artinya kepuasan atau kesuksesan yang telah dicapai atau yang diraihnya juga membuat pasangannya (mitra kerja atau anak buah) mengalami kepuasan dan kesuksesan pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pemaparan di atas, saya mencoba untuk menawarkan konsep manajemen mutualisme untuk mendapatkan orgasme manajemen yang luar biasa, baik untuk sang eksekutif maupun anak buahnya dengan menggunakan pendekatan manajemen situasional (contingency) yang menyeluruh dan sempurna, baik dengan sentuhan hardware (materi) maupun software (non materi), empati dan rasionalitas, motivasi bahkan dengan foreplay manajemen yang sensasional yang merangsang gairah kerja dan libido manajerial anak buah untuk dapat berprestasi juga yang pada akhirnya membuat sang eksekutif atau leader terangkat pula prestasinya. Inilah saatnya sang eksekutif atau leader untuk menginspirasi sehingga tidak terjadi pasangan manajemen yang stress (karyawan atau anak buah).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8379220819610986719-4398725306977712464?l=achmadsuburcahyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://achmadsuburcahyono.blogspot.com/feeds/4398725306977712464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://achmadsuburcahyono.blogspot.com/2009/04/orgasme-manajemen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8379220819610986719/posts/default/4398725306977712464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8379220819610986719/posts/default/4398725306977712464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://achmadsuburcahyono.blogspot.com/2009/04/orgasme-manajemen.html' title='Orgasme Manajemen'/><author><name>Achmad Subur Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00788870970422640018</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yyGlP2Jv7Ss/SqXidPgbphI/AAAAAAAAAMs/RgARdjtXNfs/S220/ASC+9.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_yyGlP2Jv7Ss/SfA2lZFJ5cI/AAAAAAAAAJc/Ji2mTllpOvc/s72-c/TWO+BROTHERS.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8379220819610986719.post-8059093245166218205</id><published>2009-04-17T11:17:00.008+08:00</published><updated>2009-04-22T14:16:29.635+08:00</updated><title type='text'>Revitalisasi Konsep Diri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_yyGlP2Jv7Ss/Se62NTZ7gUI/AAAAAAAAAJM/QZvVK7s15O8/s1600-h/CONAN+2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_yyGlP2Jv7Ss/Se62NTZ7gUI/AAAAAAAAAJM/QZvVK7s15O8/s200/CONAN+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327395748889461058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Memang benar pepatah yang mengatakan "Pengalaman adalah guru yang terbaik". Semakin banyak pengalaman di lapangan yang disertai dengan penambahan keilmuan, wawasan serta skill, akan membuat seseorang bertambah mantap dan tajam dalam menganalisis sebuah masalah dan mencari sebuah solusi atas masalah tersebut. Namun demikian, sudahkah kita memiliki sebuah konsep diri untuk dapat menjadi manusia yang diharapkan dalam kalimat pertama tersebut. Oleh karena itu, dengan kerangka atau landasan berpikir tersebut, saya akan mencoba sharing ide dengan para blogger terkait dengan konsep diri yang sebaiknya kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara pribadi saya sering mengamati dan menemukan kasus-kasus di lapangan yang saya benchmark. Ternyata, dari pengamatan saya di masyarakat, dunia organisasi maupun dunia kerja, saya menemukan sebuah ide tentang revitalisasi konsep diri, entah sebagai organisatoris, karyawan, pengusaha, politisi, birokrat maupun pengangguran sekalipun. Revitalisasi konsep diri yang saya gulirkan ini terkait dengan tipe manusia dalam hal kualitas muatan (content) komunikasi yang dilakukan seseorang. Karena kita pahami bersama bahwa kualitas seseorang dapat juga kita ukur dari apa yang disampaikannya, baik secara verbal maupun non verbal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah tipe manusia yang saya petakan berdasarkan kualitas muatan (content) komunikasinya, yaitu :&lt;br /&gt;1. Tipe Pembicara Ide/Gagasan/Solusi (Problem Solver)&lt;br /&gt;2. Tipe Pembicara Kejadian/Kasus/Masalah (Problem Talker)&lt;br /&gt;3. Tipe Pembicara Keburukan Orang Lain Secara Tidak Adil/Tidak Proporsional (Problem Maker)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ketiga tipe tersebut, saya menawarkan sebuah gagasan pengembangan diri yang berorientasi pada revitalisasi konsep diri secara positif apabila saat ini kita masih berada pada tipe no. 2 dan 3. Sehingga setting ulang konsep diri kita (evaluasi diri) yang kita lakukan mengarah untuk menjadi yang terbaik, yang dalam hal ini menjadi seorang Problem Solver. Dengan konsep diri yang jelas dan positif akan memberikan sebuah feedback yang tentunya menjadi suatu hal yang akan dapat menunjang kesuksesan kita di masa depan. Oleh karena itu, marilah kita rancang konsep diri kita dengan pilihan menjadi seorang Problem Solver, bukan Problem Talker apalagi Problem Maker.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8379220819610986719-8059093245166218205?l=achmadsuburcahyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://achmadsuburcahyono.blogspot.com/feeds/8059093245166218205/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://achmadsuburcahyono.blogspot.com/2009/04/revitalisasi-konsep-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8379220819610986719/posts/default/8059093245166218205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8379220819610986719/posts/default/8059093245166218205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://achmadsuburcahyono.blogspot.com/2009/04/revitalisasi-konsep-diri.html' title='Revitalisasi Konsep Diri'/><author><name>Achmad Subur Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00788870970422640018</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yyGlP2Jv7Ss/SqXidPgbphI/AAAAAAAAAMs/RgARdjtXNfs/S220/ASC+9.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_yyGlP2Jv7Ss/Se62NTZ7gUI/AAAAAAAAAJM/QZvVK7s15O8/s72-c/CONAN+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8379220819610986719.post-1742491523182121388</id><published>2009-03-16T09:07:00.013+08:00</published><updated>2009-03-18T14:56:24.764+08:00</updated><title type='text'>Sudahkah Kita Membaca Hari Ini ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_yyGlP2Jv7Ss/Sb2373PgH4I/AAAAAAAAAF0/BkUBudKiNa0/s1600-h/An9grek.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 160px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_yyGlP2Jv7Ss/Sb2373PgH4I/AAAAAAAAAF0/BkUBudKiNa0/s200/An9grek.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313605374436188034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Melihat judul di atas sepertinya merupakan pertanyaan yang sederhana dan sering kita mendengarnya. Namun, pernahkah kita pahami secara mendalam apa makna dari sebuah membaca tersebut yang bahkan dalam Agama Islam ayat yang pertama kali diturunkan merupakan ayat perintah untuk membaca yaitu Surat Al Alaq ayat pertama yang berbunyi "Iqra" yang artinya "Bacalah". &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Secara pribadi saya membagi konsep membaca menjadi 7 (tujuh) hal yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;1.  Membaca Al Qur'an dan Hadist (Representasi Wawasan Keilmuan Agama dan Hubungan Transendental)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;2.  Membaca Lingkungan Fisik (Representasi Hubungan dengan Alam)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;3.  Membaca Buku / Literatur (Representasi Wawasan Keilmuan / Spesialisasi Dunia)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;4.  Membaca Koran / Majalah / Internet (Representasi Up Date Informasi / Berita Terkini)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;5.  Membaca Diri (Representasi Evaluasi dan Planning serta Optimalisasi Potensi Diri Pribadi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;6. Membaca Orang Lain (Representasi Hubungan Sosial Kemasyarakatan dan Organisasi)&lt;br /&gt;7. Membaca Tanda-tanda Jaman (Representasi Kekuatan Mata Hati / Kekuatan Forecasting)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8379220819610986719-1742491523182121388?l=achmadsuburcahyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://achmadsuburcahyono.blogspot.com/feeds/1742491523182121388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://achmadsuburcahyono.blogspot.com/2009/03/sudahkah-anda-membaca-hari-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8379220819610986719/posts/default/1742491523182121388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8379220819610986719/posts/default/1742491523182121388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://achmadsuburcahyono.blogspot.com/2009/03/sudahkah-anda-membaca-hari-ini.html' title='Sudahkah Kita Membaca Hari Ini ?'/><author><name>Achmad Subur Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00788870970422640018</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yyGlP2Jv7Ss/SqXidPgbphI/AAAAAAAAAMs/RgARdjtXNfs/S220/ASC+9.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_yyGlP2Jv7Ss/Sb2373PgH4I/AAAAAAAAAF0/BkUBudKiNa0/s72-c/An9grek.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
